Arsip Berita & Artikel

Media Sosial Desa

Media Sosial
Desa Balongsari Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto

Komentar

Profile Desa

Jenis Tanah : Tanah sawah dan tanah kering. Sebagian besar wilayah digunakan untuk pertanian padi, tebu, dan tanaman palawija. Tanahnya tergolong subur karena berada di dataran aluvial.
Topografi : Datar hingga sedikit bergelombang, dengan ketinggian rata-rata 25–35 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini cocok untuk pertanian dan permukiman.
Sumber Daya Alam : Air tanah, sumber irigasi pertanian, serta hasil bumi seperti padi, tebu, dan sayur-sayuran. Beberapa lahan digunakan untuk peternakan kecil dan kolam ikan.
Flora Fauna : Flora: pohon pisang, kelapa, tebu, mangga, dan jati. Fauna: ayam, sapi, kambing, ikan lele di kolam warga.
Rawan Bencana : Risiko rendah. Potensi bencana kecil seperti banjir lokal musiman akibat saluran air tersumbat pada musim hujan. Tidak termasuk zona rawan longsor atau gempa besar.
Kearifan Lokal : Tradisi gotong royong, selametan desa, dan kegiatan sedekah bumi. Masyarakat masih menjaga budaya kerja bakti serta pengairan sawah bersama berdasarkan musyawarah dusun.
Jenis Jaringan : Fiber Optik, 4G LTE. Beberapa area pinggir desa masih mengandalkan sinyal 3G atau jaringan seluler reguler.
Provider Internet : Telkomsel, Indosat, XL, dan Biznet (untuk area tertentu).
Cakupan Wilayah : Sebagian besar wilayah desa sudah terjangkau jaringan 4G. Wilayah pusat desa (dekat balai desa dan sekolah) memiliki koneksi yang stabil, sementara area sawah dan tepi desa kadang mengalami sinyal lemah.
Kecepatan Internet : Rata-rata 10–20 Mbps untuk jaringan seluler, hingga 50 Mbps pada rumah yang menggunakan fiber optik Bit.net atau IndiHome.
Akses Publik : Tersedia WiFi publik di kantor desa dan sekolah dasar. Beberapa warung kopi dan tempat nongkrong menyediakan WiFi berbasis hotspot lokal dari usaha Internet BUMDes Subur Jaya
Regulasi Penetapan Kampung Adat : Belum ada. Desa Balongsari belum ditetapkan sebagai Kampung Adat oleh pemerintah daerah atau kementerian terkait.
Dokumen Regulasi Penetapan Kampung Adat : -
Status Desa : Bukan Adat
Lembaga Adat : Tidak terdapat lembaga adat formal seperti Majelis atau Dewan Adat.
Struktur Adat : -
Wilayah Adat : Tidak terdapat wilayah adat khusus; batas wilayah ditetapkan berdasarkan administratif kecamatan dan kabupaten.
Peraturan Adat : Tidak ada peraturan adat tertulis, namun norma sosial seperti tepo seliro, gotong royong, dan musyawarah mufakat masih dijunjung tinggi.

Video

SekilasInfo
Membangun Bersama Demi Sukseskan Desa Digital Yang Maju, Mandiri dan Sejahtera

Tingkatkan Perekonomian Desa Melalui Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok

30

Mar
2024

Dibuka
35 Kali

30-03-2024 19:17:24

35 Kali dibuka

Admin : Administrator

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) terus mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baik klaster ketahanan pangan maupun padat karya melalui program Bantuan Pemerintah (Banper). KKP mendorong upaya pemenuhan kebutuhan konsumsi ikan dalam negeri dalam rangka ketahanan pangan, salah satunya melalui program pengembangan budidaya lele sistem bioflok di berbagai daerah di Indonesia.

Budidaya lele dengan sistem bioflok adalah sebuah sistem pemeliharaan ikan lele dengan metode menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengolah limbah di media pemeliharan budidaya lele itu sendiri serta dapat membantu proses pencernaan sehingga metabolisme ikan lele dapat berjalan secara optimal.

Untuk menumbuhkan mikroorganisme tersebut dapat dipacu dengan mengkultur bakteri non patogen atau probiotik, serta menggunakan aerator dalam kolam untuk menyuplai oksigen sekaligus sebagai pengaduk air di dalam kolam.

Keunggulan dari budidaya lele sistem bioflok, dagingnya yang enak, selain itu budidayanya tidak memerlukan lahan yang luas, tahan penyakit dan cepat besar, dan yang paling penting menguntungkan. Disamping itu juga komoditas lele menjadi salah satu komoditas utama perikanan Indonesia untuk program ketahanan pangan, Ikan lele hasil budidaya sistem bioflok juga lebih bersih dan higienis, sehingga kesan komoditas tersebut jorok dapat hilang dari benak masyarakat

Di tahun 2023 ini KKP terus memberikan bantuan Ketahanan Pangan Kepada Kota/Kabupaten Di wilayah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya yaitu Desa Kumitir Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Desa Kumitir mendapatkan bantuan ketahanan pangan melalui budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok. Sekitar Bulan Agustus Kemarin , Pembangunan tempat budidaya mulai diproses dengan memakai tanah TKD Desa. Pada bulan September, benih-benih ikan lele sudah siap untuk dibudidayakan dalam kolam yang sudah jadi.

Pada bulan November tepatnya pada tanggal 7 November 2023. KKP meninjau lokasi budidaya ikan lele yang bertempat di Tanah TKD Desa Kumitir. Perwakilan dari KKP ditemani dengan pengurus kelompok dan sekretaris Desa Kumitir meninjau lokasi budidaya tersebut sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam kegiatan peninjauan kemarin Perwakilan KKP mengatakan “Peningkatan produksi perikanan menjadi sangat penting, selain berperan untuk ketahanan pangan, ikan juga yang dapat berperan untuk mengatasi masalah stunting, kerdil, akibat kekurangan gizi.” Dan mengingatkan perihal hal-hal yang terjadi selama budidaya ikan lele.

 

Kirim Komentar

Nama
No. Hp
E-mail
Isi Komentar
CAPTCHA Image
statistikdesa

Data Populasi Desa Balongsari, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto

Laki-laki : 1432 ORANG

Perempuan : 1385 ORANG

TOTAL : 2817 ORANG

1432

Laki-laki

1385

Perempuan

0

BELUM MENGISI

2817

TOTAL

KK

Dusun

Layanan

Mandiri

Hubungi Perangkat Desa Untuk mendapatkan PIN

Transparansi

Anggaran

Data APB Desa sebagai wujud transparansi Pemerintah Desa dalam mengelola keuangan

Pendapatan

Anggaran

Rp 929.923.570,00

Realisasi

Rp 0,00

Belanja

Anggaran

Rp 970.420.005,23

Realisasi

Rp 0,00

Pembiayaan

Anggaran

Rp 40.496.435,23

Realisasi

Rp 0,00

Hasil Aset Desa

Anggaran

Rp 96.000.000,00

Realisasi

Rp 0,00

Dana Desa

Anggaran

Rp 302.944.000,00

Realisasi

Rp 0,00

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran

Rp 143.372.570,00

Realisasi

Rp 0,00

Alokasi Dana Desa

Anggaran

Rp 387.607.000,00

Realisasi

Rp 0,00

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran

Rp 699.939.225,23

Realisasi

Rp 0,00

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran

Rp 179.896.000,00

Realisasi

Rp 0,00

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran

Rp 18.353.330,00

Realisasi

Rp 0,00

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran

Rp 14.631.450,00

Realisasi

Rp 0,00

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran

Rp 57.600.000,00

Realisasi

Rp 0,00

APB Desa

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran

Rp 929.923.570,00

Realisasi

Rp 0,00

0%

Belanja

Anggaran

Rp 970.420.005,23

Realisasi

Rp 0,00

0%

Pembiayaan

Anggaran

Rp 40.496.435,23

Realisasi

Rp 0,00

0%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Aset Desa

Anggaran

Rp 96.000.000,00

Realisasi

Rp 0,00

0%

Dana Desa

Anggaran

Rp 302.944.000,00

Realisasi

Rp 0,00

0%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran

Rp 143.372.570,00

Realisasi

Rp 0,00

0%

Alokasi Dana Desa

Anggaran

Rp 387.607.000,00

Realisasi

Rp 0,00

0%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran

Rp 699.939.225,23

Realisasi

Rp 0,00

0%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran

Rp 179.896.000,00

Realisasi

Rp 0,00

0%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran

Rp 18.353.330,00

Realisasi

Rp 0,00

0%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran

Rp 14.631.450,00

Realisasi

Rp 0,00

0%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran

Rp 57.600.000,00

Realisasi

Rp 0,00

0%
Login Admin
Sekilas Info
Ke Atas Halaman

Desa Balongsari

Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto Provinsi Provinsi Jawa Timur

Kode Desa : 3516142010

Domain : www.balongsari-mjkkab.desa.id

Untuk Aktivasi Tema Rangkiang
Silahkan Hubungi Pengembang